Web Analytics
MyBoost | Alasan Fitra Eri Masih Suka Belanja di Warung
Boost Indonesia
Tentang Kami
Persona Anda
Blog
Boost Logo
Alasan Fitra Eri Masih Suka Belanja di Warung

Back

Share

Copy Link

BoostPlay

Alasan Fitra Eri Masih Suka Belanja di Warung

Fitra eri body blog.JPG

Fitra Eri, reviewer otomotif yang setiap hari gonta-ganti mobil ternyata masih suka belanja di warung, lho. “Warung itu punya tempat khusus yang tak tergantikan di hati,” katanya.

Di tengah menjamurnya minimarket seperti saat ini, tentunya memberi dampak tersendiri untuk warung atau toko kelontong. Warung yang tidak sejuk ber-AC dan tidak berlampu terang-benderang membuat ia terlihat seperti tempat belanja ‘pinggiran’. Tapi tidak begitu di mata Fitra Eri. Baginya warung justru punya fitur yang tidak dimiliki oleh minimarket. Apa, tuh?

“Kita belanja di warung itu pakai voice command, bukan mencari sendiri. Udah gitu bayarnya cepat, nggak pakai kasir,” ungkapnya. Menurut lelaki yang juga seorang Pemimpin Redaksi media online Otodriver.com ini, enaknya belanja di warung itu bisa dilakukan sambil duduk di atas mobil ataupun motor. Tinggal buka jendela, kasih tahu mau beli apa, bayar, selesai. “Warung itu lebih simpel. Dan rasanya lebih senang kalau uang kita jatuhnya ke orang yang membutuhkan secara langsung, bukan ke korporasi,” katanya lagi.

Perhatian Fitra yang lebih terhadap warung sering membuat ia berpikir untuk ikut memajukan para warung tersebut. “Sebenarnya yang bikin warung dengan hati itu punya potensi yang besar. Itu yang membuat saya berpikir kenapa mereka kecil terus? Ada yang begitu karena memang merasa sudah cukup dengan penghasilannya segitu. Ya... menurut saya itu bagus sekali. Karena orang kaya atau nggak itu bukan dilihat dari banyak uangnya atau nggak. Melainkan dari bagaimana ia sudah mensyukuri apa yang sudah dia dapat,” jelasnya.

“Tapi ada juga warung yang punya kualitas untuk jadi besar dan pengen jadi besar, tapi karena ia kurang modal, ia tidak bisa berkembang. Atau ia punya modal tapi ia nggak berani untuk memakai modal itu untuk berkembang. Kenapa nggak ada yang bisa mendampingi usaha-usaha kecil itu? Mereka tinggal dibantu bukan hanya dari modal tapi juga expertise tentang bisnis yang bisa membuat mereka berkembang secara seharusnya,” lanjutnya.

Pemikiran Fitra Eri sejalan dengan misi Boost untuk mengentaskan keterbatasan pengetahuan finansial digital. Seperti yang dikatakan Fitra Eri, banyak warung dan UMKM yang tidak berkembang karena keterbatasan modal. Upaya UMKM untuk mendapat pinjaman modal ke bank sering terpentok karena tidak punya pencatatan keuangan yang mumpuni.

Karena itulah Boost menciptakan aplikasi BoostPenjual. Boost adalah platform untuk mewujudkan inklusi finansial. Tujuan utamanya adalah seluruh lapisan masyarakat bisa mendapat akses ke layanan finansial. Layanan finansial yang dimaksud ini tidak terbatas hanya peminjaman modal (lending), namun juga pembayaran (payment), pengelolaan aset (wealth management), pengiriman uang (domestic transfer), sampai asuransi. 

Jika disimulasikan secara nyata, melalui aplikasi ini para pengusaha warung atau UMKM bisa mencatat semua transaksi pembeliannya. Dengan pencatatan transaksi yang rapi, peminjaman modal ke bank akan lebih mudah. Para pengusaha warung dan UMKM juga bisa menambah omzet dengan melayani penjualan ekonomi digital. Seperti token listrik, top up dompet digital, pembayaran cicilan, kartu kredit, dan sebagainya. 

Tidak hanya sampai di situ, melalui aplikasi BoostPenjual para pengusaha warung dan UMKM juga bisa memesan barang ke supplier. Tinggal klik pesan, barang akan diantar. Semua bisa dilakukan dengan sistem non tunai atau cashless. Dengan begitu layanan finansial digital bisa menjadi milik semua orang. 

Banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari aplikasi BoostPenjual. Yuk, daftarkan usaha Anda ke Boost sekarang!

Daftar jadi BoostPenjual

Media Sosial
Facebook
Whatsapp
Instagram

©2020 myboost.id